Sudah Tau Apa Itu Desain Dan Build Procument ? Simak Disini


Merancang sebuah bangunan, tentu membutuhkan sebuah konsep untuk merancang dan membangun sebuah konstruksi. Proses ini sudah dilakukan sejak berabad abad silam, untuk membangun istana megah dan monumental lainnya.  Kian tahun, perkembangan pembangunnan meningkat pesat dengan adanya kolaborasi mantap antara profesi bangunan dan arsitek yang berkomitmen di bidangnya. Sebab, proses procurement adalah sangat penting adanya. 

Ulasan Mengenai Desain Dan Build Procument

1. Karakteristik Dari Design Dan Build Procurement
Sebelum melakukan desain dan pengadaan pembangunan, akan diadakan pemilihan kontraktor terlebih dahulu. Pemilihan pada umumnya dilakukan dalam 2 tahapan, dimana mereka yang mampu mempertahankan kompetisi antar peserta. Kendati demikian, hal ini tidak mutlak menjadi persyaratan untuk setiap pesertanya untuk memberikan penawaran. Semakin lengkap desain dan spesifikasi yang diberikan, maka penetapan kontraktor semakin kuat.
Kontraktor akan bertanggung jawab pada desain dan segala bentuk pelaksaan kontruksi. Nantinya pekerjaan ini akan diberikan imbalan berupa pembayaran tertentu dalam bentuk lump sum fixed price. Proses pelaksanaan desain dan perencanaan pembangunan dalam procurement adalah, diberikannya tenggat waktu tertentu untuk menyelesaikan tugasnya. Sebelum masa tenggat habis, diharapkan kontraktor dapat menyelesaikan pekerjaannya.
Selama belum menekan kontrak, Owner masih memiliki hak untuk mengontrol segala elemen desain yang telah ditetapkan pada TOR. Dalam pelaksanaan penentuan TOR ( Trem of Requirement ), semua peserta tender harus  mengikutinya. Apabila kontrak telah ditandatangani, maka Owner tidak lagi mempunyai hak atas segala wewenang mengontrol langsung perkembangan desain. Sebab, segala bentuk tanggung jawab atas desain sudah berpindah hak menjadi kontraktor.
Kendati jika ada pekerjaan yang belum selesai sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati, Owner dapat memberikan kelonggaran waktu atas adanya keterlambatan pengerjaan. Pemberian kelonggaran dapat diberikan dengan alasan yang jelas, seperti adanya kondisi yang tidak memungkinkan pekerja melanjutkan kinerjanya. Kelonggaran ini pun biasanya akan disesuaikan dengan kontrak yang telah ditandatangani. 

2. Keuntungan Menggunakan Metode Design Dan Build Procurement
Keuntungan metode design dan build procurement dalam procurement adalah,  mengurangi adanya kesalahan dalam komunikasi antara pemilik kontraktor dan  pemilik bangunan. Sehingga langkah penghematan waktu dan usaha bisa dilakukan dengan maksimal. Ketika komunikasi dalam berjalan dengan lancar, maka potensi adanya perselisihan akan semakin berkurang.
Ketika seluruh pekerja mengetahui tugasnya, maka pekerja mengetahui apa saja tanggung jawab yang harus diemban. Kedua belah pihak juga bisa mengambil keuntungan, apabila mampu menjaga hubungan baik dengan desain dan kontraktor. Semakin baik kedekatan keduanya, maka biaya kondtruksi akan semakin rendah. Bahkan adanya kedekatan dan kesamaan selera, berpotensi untuk membuat desain inovatif  dalam hal keuntungan bersama.
Owner masih memungkinkan jika ingin merubah desain atau spesifikasi desain. Namun proses perubahan ini harus dipertimbangkan secara matang mengenai konsekuensi atas pelaksanaan, biaya yang harus dikeluarkan akibat dari gangguan pelaksanaan, dan penambahan waktu akibat dari perubahan desain. Berikut merupakan keuntungan lainnya dari procurement adalah, resiko akan semakin berkurang jika proses penyusunan TOR dan evaluasi prososal desain dan build procurement dilakukan dengan baik.

procurement merupakan kegiatan yang dilakukan oleh owner untuk mewujudkan pengadaan entah itu dalam bentuk barang, segala peralatan dan berbagai mesin yang dibutuhkan, hingga perbaikan ataupun perawatan atas aset yang telah dimiliki. Dalam pelaksanaannya, owner akan berfokus pada tiga titik, yaitu pelaksanaan pembangunan, dana yang harus disiapkan untuk proses pembangunan dan mutu produk, hingga kepuasan atas hasil desainnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.